27 Okt 2026 · 3 Menit Baca
Ciri Papan Informasi yang Bisa Dibaca Semua Orang
Papan informasi yang ramah disabilitas bukan soal estetika — ini soal hak akses. Kenali 5 ciri wajibnya di sini.
Bayangkan kamu masuk ke sebuah mal besar, tapi tidak menemukan satu pun papan arah yang bisa kamu baca dari kursi roda. Atau hurufnya terlalu kecil, kontrasnya rendah, dan tidak ada simbol yang jelas. Situasi seperti ini masih sangat umum di fasilitas publik Indonesia — padahal regulasinya sudah ada.
Peraturan Menteri PUPR No. 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung secara eksplisit mewajibkan penyediaan fasilitas komunikasi dan informasi yang aksesibel bagi semua pengguna, termasuk penyandang disabilitas. Artinya, papan informasi yang tidak inklusif bukan sekadar kurang desain — tapi tidak memenuhi standar.
Lalu, seperti apa ciri papan informasi yang benar-benar bisa digunakan semua orang? Berikut lima hal yang wajib ada.
1. Kontras Warna yang Cukup Kuat
Teks gelap di atas latar terang (atau sebaliknya) bukan sekadar pilihan estetika. Rasio kontras yang rendah membuat papan tidak terbaca oleh orang dengan gangguan penglihatan parsial atau buta warna.
Standar internasional seperti ISO 21542 merekomendasikan rasio kontras minimal antara teks dan latar belakang agar informasi tetap terbaca di berbagai kondisi cahaya — termasuk di luar ruangan saat siang terik, yang sangat relevan untuk iklim Indonesia.
2. Ukuran Huruf Proporsional dengan Jarak Pandang
Papan informasi di koridor panjang membutuhkan huruf yang jauh lebih besar dibanding papan di meja resepsionis. Banyak papan di ruang publik gagal di sini — hurufnya pas-pasan untuk mata normal, apalagi bagi lansia atau low-vision.
Sebagai patokan praktis: untuk jarak pandang 3–5 meter, tinggi huruf minimal sekitar 2–3 cm. Semakin jauh jarak pembaca, semakin besar huruf yang dibutuhkan. Font sans-serif seperti Arial atau Helvetica jauh lebih mudah dibaca daripada font dekoratif.
3. Elemen Taktil dan Braille
Untuk pengguna dengan gangguan penglihatan berat, teks visual saja tidak cukup. Papan yang benar-benar inklusif menyertakan teks timbul (raised characters) dan Braille — terutama pada papan identifikasi ruangan dan titik navigasi utama.
Penempatan juga penting: papan taktil dipasang pada ketinggian yang bisa dijangkau tangan, biasanya sekitar 120–150 cm dari lantai, bukan di atas kepala. Ini memudahkan pengguna kursi roda sekaligus pejalan kaki dengan gangguan netra.
4. Simbol Universal yang Jelas dan Konsisten
Simbol lebih cepat dipahami daripada teks, terutama bagi penyandang disabilitas kognitif, anak-anak, atau pengunjung asing. Kunci utamanya adalah konsistensi — gunakan simbol ISO 7001 yang sudah dikenal luas, bukan ikon buatan sendiri yang ambigu.
Simbol aksesibilitas (kursi roda), toilet, pintu darurat, dan arah harus tampil dengan ukuran yang sama di seluruh area. Inkonsistensi visual justru menciptakan kebingungan, terutama bagi penyandang disabilitas intelektual. Kalau kamu sedang merencanakan fasilitas publik atau komersial, jasa fabrikasi papan informasi custom bisa membantu memastikan standar visual ini terpenuhi secara konsisten.
5. Penempatan yang Tidak Menghalangi Jalur Aksesibel
Papan informasi yang bagus secara desain tapi dipasang di sudut gelap, terlalu tinggi, atau justru menghalangi jalur kursi roda — tetap tidak berguna. Posisi pemasangan adalah bagian dari fungsi, bukan afterthought.
Panduan dari Kementerian PUPR menegaskan bahwa fasilitas informasi harus ditempatkan di lokasi yang mudah dilihat dan dikenali oleh semua pengguna gedung, termasuk penyandang disabilitas. Untuk area publik & outdoor, papan informasi outdoor yang terancang dengan baik seharusnya sudah memperhitungkan posisi, sudut pandang, dan jalur sirkulasi sejak tahap produksinya.
Satu Langkah yang Sering Terlewat: Pencahayaan
Ini bukan poin tambahan — ini sering jadi penyebab papan informasi gagal fungsi di malam hari atau area dengan cahaya redup. Pencahayaan langsung ke permukaan papan (bukan dari belakang saja) memastikan teks dan simbol tetap terbaca tanpa silau.
Di ruang publik dengan banyak pengguna lansia atau low-vision, pencahayaan yang tepat bisa menjadi perbedaan antara papan yang benar-benar membantu dan yang hanya dekoratif. Poin ini relevan untuk semua jenis fasilitas publik dan outdoor yang melayani pengunjung dari berbagai kondisi.
Papan informasi yang inklusif bukan berarti mahal atau rumit. Seringkali, kegagalannya bukan di anggaran — tapi di kurangnya perhatian pada detail aksesibilitas sejak awal perencanaan.
Dian
Content Writer. Menulis untuk belajar, dan belajar lewat menulis. Percaya bahwa setiap tulisan adalah cara sederhana untuk memahami dunia sedikit lebih baik.
Tags: